Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan

Ramalan Shio Untuk Tahun 2011

Senin, 03 Januari 2011

shio 2011
Peruntungan Shio Tikus 2011
Banyak kemajuan dan dorongan pada siklus keberuntungan anda tahun ini. Berbagai peristiwa datang silih-berganti sepanjang waktu dan hasilnya sesuai harapan. Pria banyak mengalami kisah romantis dan banyak dimanjakan. Kebaikan mungkin berganti dengan kabar buruk yang mengakibatkan Anda terpuruk; waspadai bahaya akibat skandal cinta.
Anda akan menghasilkan karya-karya kreatif. Aktivitas sosial dapat membantu karir Anda lebih baik dari sebelumnya. Bisnis Anda banyak mengalami kemajuan. Disamping itu, dengan bantuan dari orang bijak dan kesadaran anda menghindarkan diri dari gossip, Anda akan meraih kinerja yang baik. Berhati-hatilah dengan investasi Anda, fokuskan pada urusan sendiri, dan jujurlah dengan tindakan Anda.
Hati-hati dengan potensi terjadinya hubungan gelap dengan banyak wanita dan juga jauhi minuman keras. Keadaan ini dapat menimbulkan dampak negatif seperti memburuknya kesehatan dan rusaknya hubungan dengan orang yang dicintai. Kendalikan diri Anda sebelum Anda terlalu tenggelam dalam perbuatan dosa.
Keberuntungan
Dengan penghasilan yang melimpah, keberuntungan anda tahun ini luar biasa. Investasi yang bijak akan meraih hasil yang melimpah. Jangan terlalu boros dalam berjudi; bersikap bijak dan jangan serakah.
Peruntungan Shio Kerbau 2011
Peruntungan tahun ini tidak begitu baik. Banyak masalah rumit. Maka bersiaplah untuk menghadapi hal semacam itu. Selalu persiapkan mental anda, bersabar dan jangan berfikir terlalu pesimis dengan masa depan yang belum pasti. Setiap orang harus belajar memikul tanggungjawab sendiri-sendiri secara lebih baik menurut pengetahuan, kemampuan dan pengalamannya masing-masing.
Persaingan bisnis sudah menjadi urusan anda. Tenangkan diri, pelajari situasi secara teliti dan obyektif. Jangan terburu-buru. Bersabarlah, tunggu hingga saat yang tepat. Berhati-hati dengan tindakan dan ucapan sehingga anda tidak mengalami kerugian besar, terutama selama menjalankan bisnis.
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan jaga stamina. Kendalikan emosi dan pelihara keharmonisan dengan orang yang Anda cintai. Jauhi sikap egois dan tinggi hati. Curahkan kasih sayang, perhatian dan kepedulian kepada keluarga, teman dan orang yang Anda cintai.
Keberuntungan
Peruntungan Anda suram dan sangat berfluktuasi. Oleh karenanya, yang terpenting adalah agar pendapatan pokok Anda stabil, jauhkan judi, spekulasi, karena tahun ini belum menjadi tahun keberuntungan Anda. Sebaliknya, banyak-banyaklah menabung dan jauhi pengeluaran yang tidak perlu
Peruntungan Shio Macan 2011
Bintang keberuntungan sedang mengelilingi dan memperkuat peruntungan anda. Masih ada sedikit penghalang dalam bisnis anda. Cara memecahkannya, hadapilah masalah itu. Fikirkan dan periksa berulang-ulang sebelum menandatangani kontrak. Pelajar/mahasiswa harus saling bersaing dalam meraih prestasi belajar dengan sesama
temannya.
Terus bangun jaringan untuk meraih peluang pasar yang lebih luas. Berhati-hatilah
dengan ucapan Anda agar tidak merusak apa yang telah dicapai akibat timbulnya konflik yang tidak perlu. Jangan banyak bicara dan lebih focus pada pekerjaan yang Anda tangani agar tidak menjadi sasaran orang jahat.
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Istirahat yang cukup dan jangan kerja berlebihan. Lajang belum menemukan cinta sejatinya. Bagi yang sedang menjalin cinta
harus saling menunjukkan kepedulian, cinta dan perhatiannya.
Keberuntungan
Pendapatan utama Anda masih stabil. Kelola pengeluaran dengan baik. Bila pengeluaran Anda tidak berlebihan kondisi keuangan akan baik-baik saja. Hindari pengeluaran
investasi dalam jumlah besar.
Peruntungan Shio Kelinci 2011
Gabungan bintang-bintang jahat menimbulkan banyak gangguan kehidupan Anda tahun ini. Jangan sekali-sekali terlibat perdebatan atau konflik dengan pihak lain, atau terlibat dalam gugatan hukum. Diawal tahun perbaiki hubungan anda dengan pihak lain. Jangan hadapi sendiri hambatan dalam karir.
Kekayaan lebih mudah bocor dari pada terkumpul, maka kelola keuangan anda dengan baik. Harap ekstra hati-hati terhadap semua gangguan yang mungkin. Fokuskan pemikiran, keunggulan serta kekuatan kerja tim. Pemilik bisnis harus lebih sering berkomunikasi dengan bawahan untuk menghimpun lebih banyak lagi ide.
Hati-hati saat berkendaraan, dan lihat lalu lintas sebelum menyebrang jalan. Jauhi permainan dan olahraga yang menimbulkan resiko. Hati-hati saat memegang benda tajam. Kendalikan tabiat buruk anda dan hormatilah anggota keluarga dan orang yang anda cintai. Curahkan cinta dan kepedulian Anda lebih banyak lagi.
Keberuntungan
Kendalikan pengeluaran yang tidak perlu, agar terhindar dari gangguan keuangan serius. Jauhkan judi tahun ini, karena uang lebih mudah terlepas tetapi lebih sulit terkumpul kembali. Hasil investasi juga tidak menguntungkan.
Peruntungan Shio Naga 2011
Tingkat peruntungan anda tahun ini agak bergejolak sangat kuat, sehingga menghapus kesalahan yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Pendapatan utama stabil, tetapi jangan berharap maraih kemenangan tiba-tiba.
Dalam situasi keberuntungan sedang baik, akan ada perkembangan karir yang luar biasa. Bagi yang ingin memulai berbisnis, Anda dapat memulainya. Dalam tahun ini, aka nada kegembiraan yang tak terduga, dimana anda akan meraih manfaat keuangan dan kemashuran. Jangan bersikap sombong karena bagi sebagian orang sikap seperti ini dianggap tidak baik.
Meskipun kondisi kesehatan baik, Anda harus mengontrol makanan dan masalah kesehatannya secara teliti.
Keberuntungan
Sebelum mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk ivestasi yang berasal dari berita atau saran dari beberapa orang, pertimbangkanlah resiko dan untungnya. Harap lebih berhemat lagi.
Peruntungan Shio Ular 2011
Untuk tahun ini keberuntungan belum berpihak kepada Anda. Perhatikan dan jaga betul kesehatan dan kondisi mental. Tetaplah bergembira dan jaga kesehatan agar terhindar dari penyakit. Berhematlah dan buat pengeluaran hanya bila perlu.
Ekstra waspada bila Anda ingin berinvestasi. Jangan tergesa-gesa dan arogan dengan keputusan dan tindakan Anda. Rencanakan proyek bisnis anda dengan baik, dan jalankan secara sistematis. Karir Anda akan berkembang pesat dan membuat Anda lebih mudah lagi. Akan banyak kesempatan untuk membangun banyak jaringan dan memperlancar aktivitas bisnis.
Keberuntungan
Keberuntungan anda sedang lemah dan (saat ini) tak mungkin dikejar. Pendapatan pokok sedang, maka kelola keuangan Anda dengan benar. Seimbangkan pengeluaran anda untuk mencegah hilangnya kekayaan.
Peruntungan Shio Kuda 2011
Keberuntungan Anda sedang bersinar terang, yang menandakan baiknya peruntungan anda. Sudah pasti Anda menarik perhatian orang-orang jahat dan mereka yang
hendak menjebak Anda, sehingga anda merasa tidak punya pilihan lain. Oleh karena itu, Anda harus mampu membedakan antara orang baik dan orang jahat. Peruntungan anda stabil, dan ini bukan saat yang baik untuk pindah kerja.
Meskipun peruntungan Anda sangat baik, harap ekstra waspada terhadap hal-hal yang tak terduga. Periksalah kesehatan Anda secara dini, tetapi obat terbaik adalah tetap senang. Senyumlah saat bekerja.
Keberuntungan
Keberuntungan anda masih relative stabil. Pendapatan pokok lebih dari cukup untuk kebutuhan normal anda. Merasa cukup dalam kekurangan merupakan kebahagiaan.
Peruntungan Shio Kambing 2011
Tahun ini sedikit kurang baik bagi Anda. Perkembangan karir anda penuh gangguan dan ada kemungkinan Anda menghadapi gugatan hukum. Hati-hatilah dengan ucapan dan tindakan Anda.
Peruntungan anda tahun ini sedang tidak baik, yang ditandai dengan banyaknya hambatan terhadap proyek dan rencana-rencana anda. Kemungkinan terjadi kenaikkan dalam aktivitas bisnis tetapi hasilnya negative. Bersabarlah. Teliti semua situasinya dan atur kembali strateginya.
Keberuntungan
Investasi yang bijak akan menuai hasil baik. Cobalah lipat gandakan investasi anda,
atau menabung lebih banyak lagi untuk persiapan di saat susah. Jangan mencurahkan segenap perhatian, tenaga atau harapan anda hanya pada satu hal.
Peruntungan Shio Monyet 2011
Lewati tahun ini secara hati-hati dan masalah keberhasilan hanya menunggu waktu. Lebih proaktif dalam berinterkasi dengan atasan demi mendorong keberuntungan karir anda. Tidak mudah menghimpun kekayaan tahun ini, oleh karena itu kendalikan pengeluaran anda.
Jauhi investasi tanpa menganalisis situasi. Kemungkinan terjadi perubahan
tahun ini, maka aturlah strategi sebelum melakukan aksi.
Kesehatan Anda sedang lemah. Kendalikan perasaan anda. Turuti apa kata hati. Perbanyaklah berbuat kebajikan dan berbagi kasih sayang, dan laksanakanlah perbuatan itu agar anda merasa enak tidur. Makanlah dengan porsi ideal, tidak berlebihan.
Keberuntungan
Waspadalah, jaga barang-barang berharga yang anda miliki. Kendalikan kebiasaan boros. Seimbangkan pengeluaran anda.
Peruntungan Shio Ayam 2011
Waspada terhadap nasib buruk yang menghampiri tahun ini. Selalu ingat perlunya kebersamaan dengan siapapun. Berbuat baiklah dengan orang lain. Gossip, skandal dan gugatan hukum dapat menimpa anda. Banyak masalah rumit dalam hubungan anda.
Kesehatan secara umum baik, tetapi kemungkinan Anda akan mengalami sakit ringan. Tetaplah berbahagia, dan jangan kerja berlebihan. Olah raga ringan akan sangat berguna. Selesaikan setiap gossip dengan cara damai.
Keberuntungan
Keberuntungan Anda terus mengalami perubahan. Anda harus mengelola keuangan anda dengan baik, sehingga Anda tidak terlalu ceroboh karena menyebabkan terguncangnya keuangan anda. Pendapat pokok masih baik-baik saja sepanjang anda seiring menabung dan mengeluarkannya secara bijak.
Peruntungan Shio Anjing 2011
Keberuntungan sedang mengelilingi anda, yang membuat tahun ini bebas dan mudah bergerak. Bagi yang ingin merancang dan mengembangkan bisnis dapat mejalankannya. Kekayaan anda sedang menguat, tetapi waspadalah terhadap orang jahat.
Jauhi minuman keras, dan waspada terhadap penyakit ringan. Orang tua menghadapi
penurunan kondisi fisik, maka hiduplah dengan cara lebih bahagia dan mengkonsumsi makanan sehat dan berolah raga. Warnai kehidupan asmara anda dengan berlibur bersama dia.
Keberuntungan
Keberuntungan Anda sangat baik, dengan pendapatan pokok melimpah, namun jangan serakah. Investasi yang bijak mampu menghasilkan untung besar, maka perimbangkanlah untuk melipatgandakan investasi.
Peruntungan Shio Babi 2011
Banyak gangguan pada keberuntungan Anda, namun tetap tenang menghadapi semua masalah ini. Waspadalah terhadap orang-orang jahat yang bermaksud memperburuk keadaan, tetapi kasihilah sesama manusia dengan cara yang bijak. Berkonfrontasi langsung dengan orang lain akan merugikan anda. Pemasukan akan sedikit terganggu, dan kondisinya akan membaik dengan mengurangi pengeluaran. Jangan biarkan hubungan asmara anda hancur karena adanya gossip tidak jelas.
Anda sebaiknya menunda investasi besar. Jangan ceroboh, gunakan perasaan dan ketenangan dalam menganalisa kondisi pasar. Jauhi sikap tempramen dan ajak staf untuk bersama-sama melawan orang-orang jahat. Lawan musuh yang kuat dengan cara-cara yang lebih cerdik.
Kelelahan dapat menyebabkan Anda sakit, akan memperlambat langkah anda selanjutnya. Maka bergembira dan berbahagialah dan kerjakan pekerjaan Anda perlahan-lahan.
Keberuntungan
Keberuntungan Anda kurang bagus dan pendapatan Anda sedikit menurun. Jaga keseimbangannya dengan mengontrol pengeluaran. Menabunglah selama Anda mampu menabung, jauhi pinjaman dan hati-hati penggunaan kartu kredit.
original sumber:gemintang.com editor: Adi Wahyudi


temukan yang menarik di 2011 disini
apakah indonesia masih menyimpan banyak bencana ??baca ramalannya disini
berita-berita menarik dari indramayu disini
ternyata website besar juga kena hack 
daftar website yg kena hack :
- yahoo
- facebook
- CNN
- republika
- yahoo koprol
- presiden indonesia

kumpulan novel

Senin, 04 Oktober 2010


CHAPTER 1:
KAMU BEDA DENGAN KAMI

Cerita khusus buat Dwi Andari Agustien — Sesungguhnya kaulah perempuan bidadari yang lahir atas nama cinta wangi!

"Cinta itu lucu.
Ia senantiasa memberikan rasa riang, senang,
dan bahagia pada insan yang tengah kasmaran."
(Effendy Wongso)


Hai, nama saya Fadli. Andi Fadli Rizal Pahlevi. Saya cowok Bugis tulen, tapi jablay — jarang dibelai. Hehehe, itu hanya plesetan dari kucing alias kuper-cinta, Cing! yang beda-beda tipis dengan jablay. Saya mahasiswa semester dua pada sebuah perguruan tinggi negeri jurusan ekonomi yang klop dengan hidup saya yang serba ekonomis alias bokek. Nah, itulah gambaran kecil tentang saya yang sebenarnya sedikit lebih tampan dari Justin Timberlake. Ya, saya sedikit lebih tampan dari dia, tapi dia jauh banyak lebih tampan dari saya! Saya belum pernah pacaran — makanya jablay. Tapi saya naksir seorang cewek teman satu kampus. Namanya, Kris Suryani. Heh, jangan ditanya! Dia itu perfect! Sempurna segala-galanya! Tapi sayang saya tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan isi hati ini padanya....
***
Di kampus lagi sepi ketika saya iseng-iseng main ke kantin. Suasana di dalam kantin juga sepi. Tumben. Hanya terlihat satu-dua makhluk yang bernama manusia di sana. Selebihnya terlihat beberapa ekor makhluk berkaki empat atawa kucing. Biasanya juga satu-satunya tempat mangkal di kampus ini dipenuhi orang. Ramainya minta ampun.
"Fad...." Sepatah sapaan lembut menggugah saya dari pikiran yang mengambang. Saya toleh ke arah asal suara itu. Liar gerak bola mata bening saya menangkap sesosok makhluk manis lagi tersenyum manis, duduk santai di bangku panjang kantin.
"Eh... Kris, tumben ke sini?" sapa saya tergagap.
"Memangnya nggak boleh?"
Sejenak saya hanya mengumbar senyum padanya. Lalu bergegas saya melangkah, dan duduk di sampingnya.
"Boleh saja, Kris. Tapi...." Saya jawab sekenanya pertanyaannya dengan kalimat yang menggantung.
"Tapi apa?" Dia bertanya dengan raut wajah penasaran.
"Sungguh kamu nggak tahu?" jelas saya, menanyainya.
"He-eh." Dianggukkannya kepala keras sampai sebagian dari rambut legamnya yang sebahu menyentuh wajah saya.
"Apa kamu nggak minder ke tempat semacam ini? Bergaul, berkumpul bersama kami?"
"Apa maksudmu, Fad?!" Nanar pada bola matanya jelas memperlihatkan kemarahan.
Saya menunduk. Tidak berani menatap wajahnya. Sekilas ekor mata saya sempat menangkap bias cahaya yang terpancar dari matanya yang agak berkaca kini.
"Saya tahu apa yang ada dalam benakmu sekarang, Fadli!" tegasnya dengan nada suara getas. "Kamu khususnya, dan teman-teman umumnya, menganggap saya lain dari kalian. Benar begitu, kan?!"
Saya hanya diam, lama sekali, sampai akhirnya Kris bangkit dan berlalu begitu saja dari kantin ini.
"Kris...!" Saya menjerit parau memanggil namanya. Ada semilir penyesalan yang merayap membaluti hati atas kejadian tadi. Saya sungguh menyesal.
"Kris... tunggu... kamu belum mendengarkan penjelasan saya!" Sekali lagi saya menjerit memanggilnya. Namun dia telah hilang dari hadapan saya.
Saya merasa sangat bersalah telah menyinggung perasaannya. Sementara dalam keterpakuan saya di kantin ini, beberapa mahasiswa yang lagi sarapan di meja sebelah, juga pemilik kantin ini, memandang dengan terheran-heran. Terbengong.
Kris Suryani, begitulah nama gadis manis itu, seorang mahasiswi semester dua fakultas ekonomi, teman sekelas saya. Dia sekaligus mahasiswi teladan di kampus kami. Sebagai seorang gadis yang terbilang kaya-raya, tentulah dia dengan sendirinya telah berbeda dengan kami. Apalagi ditambah dengan otaknya yang brilian — atau kelebihan lain yang dimilikinya, jelaslah semakin menciptakan jarak perbedaan tersebut.
Dan di situlah biangnya, kami acapkali menilai dia tidak pantas bergaul dengan kami yang kere. Kami lalu sengaja menghindar, menjauhi, bahkan cenderung bersikap memusuhinya. Padahal sebenarnya dia adalah gadis yang bersahaja dan santun. Kesederhanaan selalu menyertai tindaknya, baik saat di kampus maupun


CHAPTER 2:
KE RUMAH CINTA


"Kamu cemburu, Fad," kata Mama setelah sesaat saya ceritakan perihal Kris padanya.
"Cemburu? Hei, memangnya saya ini apanya, Ma?"
Lha, kok saya merasa kata Mama barusan....
"Nah, nah, lamunin dia lagi kan?" goda Mama.
"Ah, Mama ada-ada saja!" Saya pura-pura sewot.
"Tapi, Mama setuju kok," kata Mama lagi. "Habis, orangnya baik sih. Mana cakep lagi."
"Memang Mama pernah lihat Kris?"
Mama tersenyum. "Hm, belum sih. Tapi, Mama yakin dia pasti cantik karena kamu yang memilih...."
Saya mengibaskan Mama. "Ah, Mama! Sok tahu saja, nih!"
"Ya, sudah. Begini saja, Fad," Mama merengkuh pundak saya, dan membisiki sesuatu. "Mama kasih solusi. Sebentar malam kamu ke rumahnya saja. Minta maaf padanya, sekalian bermalam Minggu-an."
Saya membelalakkan mata. "Uh, Mama dimintai pendapat kok jawabnya yang nggak-nggak, sih?!"
Saya beranjak dari ruang makan dengan langkah gegas, meninggalkan Mama yang cekikikan kayak kuntilanak sehabis mempermainkan putranya. Ngasih saran kok yang....
Tapi, hei... solusi Mama boleh juga. Bukankah saya telah menyakiti hati gadis itu di kantin siang tadi? Mungkin Mama benar kalau seharusnya saya memang patut minta maaf dan bermalam Minggu....
What?! Bermalam Minggu?! Hei, saya kan bukan pacarnya? Punya hak apa saya bermalam Minggu dengan Kris Suryani yang berwajah secantik bidadari itu? Tidak, ah! Nanti saya dibilangin 'pungguk merindukan bulan' lagi! Tapi... kalau tidak minta maaf, bagaimana saya dapat menebus kesalahan saya padanya?
Tapi sudahlah. Lebih baik saya menuruti solusi 'spektakuler' yang disarankan Mama. Bagaimana tidak, setelah sekian lama tadi terombang-ambing dalam arus penyesalan, tiba-tiba Mama membuka jalan buntu di benak saya. Ah, sungguh beruntung hidup saya karena punya Mama gaul nan bijak.
Saya menghentikan langkah di bawah bingkai pintu ruang makan, membalik badan dan bertanya. "Mama kok tahu Si Kris?"
"O, itu?" bibir Mama mengoval. Mengeja 'O' tadi dengan nada tengil.
"He-eh," gumam saya perlahan, hampir-hampir tidak jelas di telinga saya sendiri.
"Tentu saja Mama tahu, Anak Manis." Sekali lagi Mama mengedipkan matanya. "Kris kan, putrinya Pak Rukmana Tedjakusuma, atasan Papamu di kantor."
"O, pantas Mama tahu." Giliran bibir saya yang mengoval.
"Ya, tahu dong!" Mama mengangkat dagunya pongah. "Kan kamu juga yang sering cerita? Heh, lupa ya?"
"Iya, iya. Mama sok tahu, deh," rutuk saya mencibir, menutupi kekikukan akibat ledekan Mama.
"Eh, Fad, jangan lupa ya, sebentar malam pakai parfum yang paling wangi. Bajunya yang paling bagus dan rapi, ya?" teriak Mama ketika langkah saya sudah terseret sampai di bawah bingkai pintu kamar. "Fad, kalau perlu Mama bantu setrikain baju kamu, ya?"
Sedetik saya hentikan langkah. Namun pada detik berikutnya saya melanjutkan langkah, dan pura-pura tidak mendengarkan gurauan Mama tadi. Terus saja masuk dalam kamar, dan menguncinya dari dalam. Di belakang daun pintu kamar, saya menengadah. Tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala. Mama memang masih kolokan. Hei, barangkali pingin cepat menimang cucu!
***

CHAPTER 3:
KENCAN


"Astaga!"
Saya bergumam kaget. Jam dinding yang tergantung di dinding kiri kamar saya telah menunjukkan pukul tujuh malam.
"Sialan! Kenapa saya bisa sampai ketiduran begini? Mana belum mandi dan belum makan lagi!" gerutu saya.
Tergesa saya sambar handuk yang tergantung di cantelan belakang pintu kamar. Tanpa berbasa-basi lagi seperti biasa, bersiul dan bernyanyi-nyanyi kecil, saya langsung saja 'bar-bur-bar-bur'.
Beberapa menit kemudian, mandi dan dandan kilat selesailah sudah.
"Pa, Mama ke mana sih?" tanya saya pada Papa yang sedang duduk santai membaca koran di ruang tamu.
"Kan sedang arisan sama ibu-ibu karyawan kantor." Papa menjawab tanpa mengangkat mukanya. Kepalanya masih tenggelam di antara lebar lembar kertas koran.
Ah, pantas saja saya nggak dibangunin, habis Mama lagi pergi sih! Saya jangkau helm yang terletak di bawah meja ruang tamu.
"Pa, saya pakai sepeda motor, ya?" pinta saya.
"He-eh." Sekali lagi Papa menjawab tanpa mengangkat muka.
Bagai dikejar genderuwo, saya sambar juga kunci kontak sepeda motor yang terletak di samping rokok Papa. Dengan setengah berlari, saya keluar dari pekarangan. Menuju ke tempat biasa, dimana sepeda motor itu terparkir.
"Fad, Fadli... hati-hati, ya?" Papa masih sempat menasehati saya ketika sepeda motor tua ini saya hidupkan. Tapi kalinya ini kepalanya sudah nongol menengok ke arah saya.
Belum lagi saya keluar dari pekarangan rumah, Papa sudah teriak-teriak lagi.
"Eh, Fad! Kamu kan belum makan?"
Saya tancap gas dalam-dalam seraya berteriak. "Sebentar saja makannya, Pa! Dadah!"
Sekilas saya lihat Papa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras. Selebihnya sepeda motor tua ini meraung-raung persis bebek yang lagi keinjak.
Dan karena mesinnya yang sudah payah, asap yang keluar dari knalpotnya persis dry-ice yang biasa dipakai dalam ngilustrasi asap atau halimun dalam show di panggung atau televisi. Tapi sayangnya dry-ice yang dihasilkan knlpot sepeda motor tua saya ini lain daripada yang lain. Kalau yang biasa kita lihat adalah putih-bersih, nah kalau sepeda motor tua saya ini dry-ice-nya hitam-legam. Tapi peduli amat, saya mesti buruan. Masa sih berkencan di rumah cewek jam dua belas malam, ih amit-amit jabang baby, deh! Bukan kenapa, mungkin sehabis kencan muka ini bisa bentol-benjol kena timpuk bogem mentah babenya! pikir saya geli.
Lha, sejak kapan saya kencan dengan Kris? Sejak kapan saya pacaran sama cewek manis itu? Sejak kapan saya merasa inilah first date....
Ah, ah! Saya kok jadi linglung dan bingung sendiri?! Ups! Ini juga karena Mama! Ini karena Mama ngebet pingin menimang cucu. Bah!
Sementara saya terombang dalam arus pikiran sendiri, saya mengerem sepeda motor ini mendadak. Traffic-light sedang menyala merah.
Uh, sial!
Bisa-bisa saya kemalaman baru dapat sampai ke rumah doi! umpat saya kesal. Dan, huh! Semua mata yang berseliweran di pinggir jalan telah terlanjur menatap saya yang tengah duduk gelisah di atas sepeda motor butut ini!
Seperti terhipnotis oleh sebuah sulap!
Aduh, mamamia! Malunya hati ini. Ini juga gara-gara ban sepeda motor yang sudah botak-plontos persis donat. Hasilnya ya, itu. Kalau ada pengereman mendadak, bunyinya nyaring seperti suara tikus yang kejepit perangkap jepit.
Saya pura-pura cuek. Memandang lurus ke depan. Beberapa orang di pinggir trotoar berbisik-bisik menanggapi sepeda motor butut saya ini. Mungkin mereka heran karena sepeda motor serongsok ini masih dapat diajak kompromi. Padahal seharusnya sudah dikiloin pada pemulung besi tua!
Saya masih ngedumel pada lampu yang belum berubah warna, ketika mendadak pendengaran saya menangkap jelas suara serupa bisik-bisik. Seorang ibu gembrot dengan anak gadisnya.
"Motor itu mungkin BBM-nya dari minyak tanah, ya? Kok asapnya rame banget!"
Saya tersinggung. Hendak mempelototi ibu gembrot tadi, tapi keburu lampu hijau sudah menyala. Saya segera tancap gas dalam-dalam, dan melaju dengan cepat lagi.
Huh! Enak saja dia bilang sepeda motor saya ini pakai BBM minyak tanah. Kalau tadi masih lama di sana, pasti deh si Gembrot itu bilang minyak pelumasnya bukan dari oli, tapi minyak kelapa! maki saya kesal.
***

CHAPTER 4:
GETAR CINTA


Tiba di kompleks perumahan mewah Panakkukang Mas, saya memperlambat laju sepeda motor ini. Mencari rumah Kris. Beberapa kali saya berputar-putar sekitar kompleks, sampai hampir berputus asa. Sebelumnya memang saya tidak pernah ke rumah Kris. Informasi yang saya dapat mengenai alamat rumah Kris misalnya, atau hal-hal yang berbau privacy, saya dapat dari Shinta, sahabat karibnya sekaligus sahabat saya sewaktu di SMA. Tentu saja tidak mudah mengorek keterangan dari gadis bertitel matre itu. Ada imbal balas jasa yang mesti saya penuhi agar data valid Kris dapat saya akses dengan mulus. Semangkuk bakso dan teh botol di kantin kampus akhirnya jadi pilihan yang mau tidak mau harus saya sodorkan sebagai imbal barter. Cingcailah!
Kita lanjut ke alur terkini.
Akhirnya saya temukan juga rumah yang saya tuju. Di atas bingkai pintu rumah yang bercat putih-bersih itu, terpampang sebuah papan nama yang bertuliskan nama 'Ir. Rukmana Tedjakusuma'.
Pasti ini! Tidak salah lagi!
Heh, bukan apa-apa sebenarnya. Saya sudah banyak terkibul oleh titel yang melekat di depan nama seseorang. Sewaktu mencari dosen saya suatu saat dulu, saya pernah terkecoh oleh titel serupa. Waktu itu saya mencari nama dosen saya yang bernama Ir. Rustam Amirullah. Namun entah, saya salah masuk gang, dan jauh dari kompleks dosen Tamalanrea — alamat yang saya tuju. Saya menemukan nama serupa nama dosen saya. Ir. Rustam, B.Sc. di kompleks yang salah saya sasari. Ketika saya dengan pedenya masuk ke rumah separo gubuk itu, barulah saya tersadar kalau titel yang melekat di depan dan belakang nama 'Rustam' itu bukan titel gelar disiplin ilmu. Tapi Ir. yang merupakan singkatan 'Ini rumah' dan B.Sc. yang merupakan singkatan 'Bekas Supir camat'!
Pufh! Asal!
"Hehehe... nggak salah kan, Dik!" tuturnya enteng ketika saya pangling. "Saya memang bekas supir camat! Dan, ini memang rumah saya!"
Iya, iya. Tapi sekalian saja Bapak pakai gelar MBA! Married by Accident! gerutuku ketika itu — tapi tentu saja dalam hati. Habis, sudah nyasar eh ketemu pula orang gokil begitu!
Kita lanjut ke alur terkini.
Ini rumah Ir. Rukmana Tedjakusuma. Insinyur beneran ayahnya Kris Suryani. Dan saya telah memasuki pekarangan rumahnya dengan dada yang berdebar. Tentu saja setelah memarkir si Butut sepeda motor bebek tua saya jauh-jauh dari pekarangan rumah bagus ini! Sori, bukan karena saya tidak menghargai jasa-jasa si Butut dari zaman baheula sampai sekarang — jelek-jelek begitu si Butut adalah veteran Perang Dunia Pertama, maksudnya motor bebek keluaran pertama! Bukan. Tapi sungguh dia tidak sebanding dengan gemerlap yang dipancarkan oleh rumah mewah ini yang tengah terparkir sebuah BMW keluaran terbaru. Sebenarnya si Butut juga itu dulunya BMW. Hihihi... Bebek Merah Warnanya sebelum ganti warna cat menjadi hijau!
Dan sekarang saya sudah di depan pintu rumahnya. Mematung dengan tangan kanan yang masih tergantung di udara dalam gaya hendak mengetuk. Waktu di pergelangan tangan kiri saya telah menunjukkan pukul delapan lebih limabelas menit. Saya kemalaman. Ini bukan kesan pertama yang baik. Ini bukan tanggapan yang baik dari kedua bokap-nyokapnya nanti. Tapi saya sudah berdiri di sini! Masakah saya harus mundur pulang?! Heh, jangan-jangan bila saya mundur pulang kesempatan untuk bertemu secara personal dengan dia tidak pernah akan datang lagi seumur hidup saya?!
Ups! Saya gamang! Ini pilihan tersulit dalam seumur hidup saya!
***

CHAPTER 5:
DI RUMAH CINTA


Saya masih berdiri terpaku. Saya ragu, jangan-jangan kehadiran saya dianggap mengganggu mereka. Hei, ini kan malam Minggu? Barangkali saya Kris lagi diapelin oleh cowok lain. Habis, mobil BMW yang terparkir di halaman rumah itu punya siapa? Mungkin pacarnya Si Kris. Kalau mobil Bokap-Nyokap dia kan pasti sudah masuk garasi. Sepertinya mobil si Jangkung....
Hm, itu memang mobil gebetan Kris....
Saya hela napas kuat-kuat untuk menghimpun keberanian. Huh, peduli amat Kris diapelin oleh siapa, selama 'janur kuning' belum berkibar, boleh dong saya berusaha menggaet hatinya? Semua manusia kan sama status dan derajatnya di mata Tuhan. Jadi, saya yang kere ini jangan mau kalah dengan anak konglomerat!
Mata saya menjangkau beberapa anyelir juga anggrek yang tertata rapi di depan serambi. Ada sebuah kolam kecil di tengah-tengah taman yang ditata apik ketika saya alihkan edaran mata saya ke tempat lain. Di tengah kolam itu sendiri terdapat sebuah pancuran air yang berbentuk patung putri duyung. Indah sekali. Segalanya tampak asri dan natural. Hm, siapapun yang merancang semua itu pastilah memiliki sentuhan rasa seni yang tinggi. Atau paling tidak, yang merancang semua itu pastilah salah satu arsitek terkemuka. Suatu saat saya pingin punya rumah dan taman seperti itu! pikir saya ngelantur. Heh, tentu saja kalau saya sudah jadi kaya!
Tok-tok-tok!
Tanpa sadar saya mengetuk pintu tiga kali!
Oups!
Sungguh, saya tidak benar-benar mau melakukan itu. Tapi entah kekuatan gaib dari mana yang menggerakkan tangan kanan saya hingga mendarat di daun pintu dari bahan kayu jati bagus tersebut.
Saya dengar ada langkah sandal yang terseret. Terlambat untuk menyesali tindakan saya itu. Namun saya jadi sedikit lega. Pasrah saja. Saya siap menanggung segala kekecewaan bila ternyata Si Kris memang lagi kencan sama seseorang — yang dalam pikiran saya tentu saja lebih baik segala-galanya dari saya.
"Cari siapa ya, Kak?" sapa kecil khas bocah melantun begitu daun pintu terkuak.
Saya masih nervous. "Eh, uh, bisa ketemu dengan Kris?"
"Oh, Mbak Kris? Mbak Kris-nya ada di dalam tuh!" ujarnya dengan mimik lucu. Bola matanya hitam bening, persis punya Kris. Rambutnya dikepang dua berpita pink.
"Boleh saya...." Kalimat saya terputus ketika sesosok yang sudah tidak asing lagi di mata saya keluar dari ruang dalam.
"Tika, yang datang siapa?" tanyanya pada gadis kecil yang dipanggil Tika tadi. "Suruh masuk dulu, deh."
Sedetik kemudian mata kami sudah bertumbukan. Mendadak tubuh saya seakan mengejang. Sungguh, saya terpana melihat sosok lampai yang terbungkus dalam gaun katun hitam-hitam itu. Tampak anggun sekali.
"Eh, Fadli...." sapa Kris dengan roman muka yang jelas menggambarkan keheranannya. Senyumnya tersungging secara spontan tanpa dibuat-buat.
"Ma-malam, Kris...."
"Eh, kok berdiri saja kayak patung?" celotehnya bergurau. "Mari masuk, duduk deh."
Saya masuk dalam langkah hati-hati. Dada saya masih menggemuruh. Asli dia cantik sekali malam ini!
"Mimpi apa saya semalam kamu datang malam ini?" sambungnya lagi, masih dihiasi senyum manis.
"Eh, uh, ng-nggak mimpi apa-apa...."
Oups! Saya ngelantur. Linglung. Tapi cepat-cepat saya bilang, "Eh, sori ya, Kris. Mungkin saya mengganggu kamu dengan kedatangan saya yang tanpa permisi ini."
"Oh, nggak-nggak! Justru saya senang, karena kamu bisa temenin saya. Soalnya Papi-Mami lagi ke kondangan," akunya ceria.
Saya terdiam dan tertunduk. Kembali mata saya hanya dapat bergerak bebas memandang seisi ruangan rumah Kris. Di dinding tergantung lukisan besar berbingkai emas sepasang suami-istri, yang pasti adalah Papi-Mami Kris. Juga di dinding-dinding sebelahnya tergantung lukisan reproduksi Monalisa karya Leonarda da Vinci, lukisan-lukisan para pelukis abad mediterania semacam Rembrandt, dan sebuah lukisan potret diri Van Gogh. Di samping sisi dinding kiri-kanan terletak dua-tiga guci besar. Entah asli, entah palsu. Yang pasti guci tersebut bergraver naga atau ular. Sangat indah. Keramik dan patung-patung porselin lain tersusun rapi di atas dan di dalam sebuah lemari kayu besar. Semuanya antik dan kuno. Keluarga Kris rupanya peminat dan pemerhati barang-barang yang bernilai seni. Paling tidak, mereka punya citarasa seni yang jempolan. Itu telah menunjukkan dari kalangan mana mereka berada.
***

CHAPTER 6:
JANGAN BEDAKAN AKU


 Saya masih duduk seperti patung di sofa rumah Kris Suryani.
"Eh, Fad. Sori ya, mengenai kejadian siang tadi. Soalnya saya terlalu emosional sih!" Kris membuyarkan lamunan saya dengan permohonan maafnya.
"Justru, sayalah yang seharusnya minta maaf sama kamu, Kris!" sergah saya dengan nada bersalah. Saya jadi malu sendiri bila mengingat kejadian tadi siang di kantin kampus.
Sejenak Kris mengalihkan pembicaraan kami dengan memanggil Tika, adiknya.
"Tika, suruh Bik Sumi buatkan dua gelas minuman, ya? Eh, Fad, kamu mau minum apa?"
Saya risih. "Nggak usah, Kris...."
"Nggak apa-apa lagi." Kris tersenyum. "Masa sih tamunya dibiarkan kering."
"Apa saja, deh."
Kris mengaba pada Tika yang bersender di bahunya. "Kalau begitu, teh saja ya? Tik, bilangin ke Bik Sumi, seduhin dua gelas teh untuk Mbak, ya?"
Tika mengangguk lantas berlari ke ruang dalam.
Beberapa detik kami kembali membisu.
"Kris, mengenai kejadian siang...." Kris mengibaskan tangannya, sontak membungkam kalimat saya yang belum rampung.
"Sstt... sudahlah, Fad!" sahutnya sembari menempelkan jari telunjuk di bibir tipisnya. "Lupakanlah kejadian siang tadi, oke?"
Saya mengangguk. Lalu menunduk lagi. Saya hanya melirik sekilas ke arahnya.
Kris nampak menghela napas panjang.
"Fad, saya sadar, sebagai seorang gadis yang tumbuh di dalam keluarga yang berada, tentulah saya nggak terlepas dari segala kemewahan dan kemudahan fasilitas yang diberikan oleh orangtua saya." Kris mengungkap serupa curhat. Dan dia jeda tiga detik menelan ludahnya.
Saya turut menelan ludah.
Tiba-tiba ada rasa iba yang mengajuk hati saya di dalam sesal yang berkepanjangan.
Pembedaan yang telah kami ciptakan ternyata sangat menyiksanya.
Kami memang telah berdosa padanya!
"Itu nggak dapat saya pungkiri. Itulah kenyataan yang harus saya terima. Heh, sebenarnya bukan kenyataan ya? Tapi anugerah! Itu adalah anugerah yang bagi kebanyakan orang dinilai sebagai sesuatu hal yang menyenangkan. Mau ini, ada. Mau itu, tersedia. Wah, pokoknya glamor!" ungkapnya melanjutkan dengan wajah serius.
Saya masih takzim menyimak. Hanya sesekali melirik mimiknya yang agak mengguratkan kesedihan.
"Tapi saya sadar, semua materi itu hanyalah bersifat sementara. Nggak langgeng dan abadi. Yang pasti, nggak menjamin seseorang bisa berbahagia. Semua harta-benda itu adalah milik orangtua saya, yang didapat dari usaha dan kerja keras. Itu adalah rezeki kami dari Allah, Fad. Kapan saja materi itu dapat hilang jika Allah menghendaki-Nya. Jadi, kekayaan itu bagi saya merupakan anugerah yang, tentu saja patut kami syukuri. Bukannya malah sebaliknya. Menjadi media status dan strata pembeda manusia dengan manusia lainnya. Jadi, kami menyikapi keadaan mapan keluarga kami ini dengan biasa-biasa saja. Justru saya heran, kalianlah yang membedakan kami...."
Saya tercenung mendengarkan penjelasan Kris.
"Nah, jadi sekarang saya mohon, tolong kalian jangan membedakan saya lagi," pinta Kris penuh harap. "Karena pada prinsipnya, sesungguhnya sejak saya lahir dari rahim Mami atau bahkan kelak terkubur dalam tanah, saya nggak membawa bekal apa-apa selain amal kebajikan!"
Saya terpukau, dan sama sekali jauh dari prasangka saya yang dulu sehingga menciptakan jarak dengan gadis kaya tersebut.
***

CHAPTER 7:
KETIKA BAYANG CINTA MENARI


Saya masih duduk tepekur di sofa rumah Kris.
Kalimat-kalimatnya barusan menohok dada saya dalam ketersimaan. Dia memang bukan gadis biasa. Dia adalah segelintir di antara gadis biasa. Mungkin, mungkin dalam hidup saya tak akan pernah saya jumpai lagi gadis semenawan Kris. Dia memang gadis yang berpekerti baik!
"Saya simpatik...."
Oups! Nyaris saya tampar pipi saya sendiri. Saya kelepasan ngomong.
"Ada apa, Fad?" Kris sempat dengar. Dia bertanya.
Wajah saya memerah. "Oh, nggak apa-apa kok, Kris!" dusta saya.
"Oya, tadi sore saya telah bicara baik-baik dengan Papi-Mami. Mulai Senin besok, saya nggak mau diantar-jemput lagi sama Mas Agus. Saya akan pergi ke kampus sendiri. Pulang juga. Hm, enakan naik angkot ya? Sepertinya, nggak usah ngerepotin siapa-siapa. Lagian, kasihan Mas Agus-nya. Selain ngerepotin karena sudah menyita banyak waktunya, dia juga bakal susah dapat cewek. Kalau terus-terusan saya nebeng dia, jangan-jangan saya malah dianggap pacar Mas Agus. Cewek-cewek pada mundur kalau mau naksir dia. Padahal, saya kan sepupunya doang! Bukan pacarnya!" Kris tertawa. Matanya mendelik lucu.
"Ja-jadi... si Jangkung itu?!" Saya terlonjak kaget.
"Namanya, Agus Prawiranegara. Dia kakak misan saya, Fadli." Kris menjelaskan. "Jadi, bukan pacar saya. Hehehe. Kamu terkecoh juga, kan?"
"Oh, kirain. Mumpung...."
Kris mengernyitkan alisnya. "Mumpung apa, Fad?"
"Eh, uh, ng-nggak ada apa-apa, Kris!" Penyakit gumamam tanpa sadar saya kumat lagi! Rasa-rasanya saya ingin menampar pipi saya dengan sungguh-sungguh. "Oh, jadi si Jang... eh, Si Agus itu adalah kakak misan kamu, ya?"
"He-eh," angguk Kris mengiyakan. "Memangnya kenapa?"
Entah, hati saya jadi kacau tidak menentu. Jantung saya berdegup bagai beduk yang ditabuh bertalu-talu.
"Ka-kalau begitu... sa-saya masih...."
Saya tergagap. Antara bingung dan bego!
"Yang kalem dong bicaranya, Fad. Jangan gugup begitu. Hei, kamu nggak sedang dikejar utang, kan?" Kris mengurai kalimat gurau.
"Kris, sa-saya suka sama kamu!"
Bruukk!
Astaga!
Saya merasa seperti ada yang melompat keluar dari balik dada saya!
Entah kekuatan gaib dari mana yang mendorong bibir saya menggetarkan kalimat tadi! Rasanya saya lebih memilih mati di tempat saat ini juga! Ya, saat ini juga!
Kris menundukkan kepalanya. Dia terdiam lama. Lama sekali. Saya sekarang tidak berani memandang wajahnya meski hanya dalam satu lirikan!
Saya malu! Tidak pantas saya yang miskin ini mengucapkan kalimat suka itu padanya! Tidak pantas! Dia terlalu sempurna bagi saya. Terlalu sempurna!
Saya beranjak. Segera. Selekas mungkin. Saya memang tidak pantas berada di hadapannya kini! Sungguh, sungguh saya terlalu lancang mengungkapkan perasaan cinta padanya! Sungguh....
"Kris, maafkan saya! Saya terlalu lancang! Nggak pantas saya ucapkan kalimat itu tadi pada kamu!" tutur saya lunglai, melangkah keluar dengan persendian serasa ngilu.
Saya malu!
Saya beranjak meninggalkan rumah Kris.
Namun langkah saya terhenti pada tindak ketiga di serambi rumahnya kala dia menerobos keluar dari bingkai pintu.
"Saya juga cinta kamu, Fadli!" teriaknya. Berjalan mendekat ke arah saya.
Bruukk!
Kali ini ada yang menggemuruh di balik dada saya, dan sesaat kemudian saya serasa terbang tak menginjak tanah! Saya tidak percaya dengan pendengaran saya sendiri. Jiwa saya sudah mengambang ke awan-awan nan putih di langit. Terus melanglang di antara kumpulan gemintang yang tengah bersinar indah!
"Sungguhkah itu, Kris?!"
"He-eh." Angguk Kris yakin. "Sedari dulu, saya memang suka kamu, Fadli! Tapi, selalu ada jarak yang kamu ciptakan setiap saya hendak pedekate. Saya sempat kecewa, dan patah hati!"
Spontan saya rengkuh tubuh lampai itu ke dalam pelukan. Gadis itu tersenyum bahagia, merebahkan kepalanya di bahu saya.
Dalam suasana mesra, tiba-tiba kami dikejutkan oleh celoteh gadis kecil Tika, yang saat itu keluar mengantar minuman bersama Bik Sumi.
"Iiiih... Mbak Kris pacaran, Mbak Kris pacaran...." Tika melonjat kegirangan sambil bertepuk-tepuk tangan.
Tergesa kami melepaskan pelukan dengan rona wajah memerah. Dan pada detik berikutnya, tawa kami pun berderai. ©

TAMAT
 :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

http://thefilterband.blogspot.com/
WUJUDKAN MOTO INDRAMAYU REMAJA ( RELIGIUS MAJU MANDIRI DAN SEJAHTERA ) 

GOOOOO !!!!!!!!!!!! INDRAMAYU .......


 
Copyright 2010 GAYA HIDUP. All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger Templates - Home Recordings - Studio Rekaman